Selamat Datang di Blog saya

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Kamis, 10 April 2014

PENDALAMAN MATERI STUDI ISLAM III

KISI-KISI UTS STUDI ISLAM 3 ===================================== Standart Kompetensi: Mhs dapat memahami, menjelaskan, dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari prinsip-prinsip Islam tentang berbagai disiplin ilmu pengetahuan dalam satu kesatuan yang integral. ===================================== Kompetensi Dasar: 1) Mhs memahami konsep tentang fungsi dan kedudukan akal dan wahyu dalam Islam; 2) Mhs memahami konsep pengetahuan dalam Islam; 3) Mhs memahami prinsip-prinsip Islam tentang psikologi; 4) Mhs memahami prinsip-prinsip Islam tentang ekonomi; 5) Mhs memahami prinsip-prinsip Islam tentang sain dan teknologi. ===================================== Indikator: 1) Mhs dapat menjelaskan fungsi dan kedudukan akal dan wahyu; 2) Mhs dapat menunjukkan argument hubungan fungsional akal dan wahyu; 3) Mhs dapat menuliskan ayat-ayat Al Quran (Q.S Al-Alaq/96: 1-5) dan menerjemahkan kedalam bahasa Indonesia; 4) Mhs dapat menjelaskan isi kandungan Q.S Al-Alaq/96: 1-5 tentang dua semangat kembar yaitu Ketauhidan dan Keilmuan; 5) Mhs dapat menunjukkan pemanfaatan lima potensi dalam diri manusia, yaitu fitrah, akal, ruh, nafs, dan qalbu; 6) Mhs dapat menjelaskan dan memilih nafs diantara nafsu ammarah, lawwamah, dan muthmainnah; 7) Mhs dapat menguraikan dan mengimplementasikan landasan ekonomi Islam; 8) Mhs dapat memahami dan menghindari riba dalam bertransaksi; 9) Mhs dapat menjelaskan sunnatullah qauliyah dan kauniyah; 10) Mhs dapat memberi contoh hubungan ayat qauliyah dan kauniyah tentang siklus hidrologi.

Selasa, 01 April 2014

PENDALAMAN MATERI Pkn

(1) Jelaskan landasan hukum dan ideal penyelenggaraan Pendidikan Kewarganegaraan di perguruan tinggi! (2) Jelaskan hakikat pendidikan kewarganegaraan ! bagaimana tujuan mata kuliah pendidikan Kewarganegaraan (3) Sebut dan jelaskan unsur pokok dan tambahan berdirinya suatu negara! (4) Jelaskan Sikap dan prilaku dari peserta didik yang dibangun melalui pendidikan Kewarganegaraan (5) Menurut teorinya, sebuah bangsa dapat terbentuk secara alami dan buatan. Jelaskan maksud pernyataan tersebut, sekaligus dengan mengkaitkan lahirnya bangsa Indonesia! (6) Jelaskan teori terbentuknya negara bangsa(7) Bentuk dan susunan Pancasila adalah hirarkis piramidal dengan konsekuensinya yang saling menjiwai dan dijiwai. Jelaskan maksud pernyataan tersebut (boleh dilengkapi dengan gambar)! (8) Membahas Pancasila sebagai sistem filsafat berarti mengungkapkan konsep-konsep kebenaran filsafat yang bukan saja ditujukan pada bangsa Indonesia melainkan juga bagi manusia pada umumnya, wawasanya meliputi landasan ontologis, epistimologis dan aksiologis. Jelaskan bagaimana maksudnya? (9) Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia bersifat terbuka dengan ciri-ciri realis, idealis dan fleksibel. Jelaskan maksud dari ciri-ciri tersebut! (10) Dalam perkembangan sejarah Sistem Pemeritahan Indonesia mengalami perubahan yaitu Sistem Pemerintahan menurut UUD 1945 sebelum amandemen dan Sistem Pemerintahan menurut UUD 1945 setelah amandemen (1999-2002). Jelaskan perbedaannya (11) Bagaimana peran aktif pemerintah, masyarakat dan individu dalam menjaga identitas nasional? (12) Apakah yang dimaksud dengan Konstitusi, Konvensi dan Undang-Undang Dasar? (13) Berdasarkan penjelasan UUD 1945 Indonesia menganut sistem pemetintahan Presidensial, tetapi dalam praktiknya banyak elemen-elemen sistem pemerintahan Parlemen. Pertanyaannya (a) Jelaskan perbedaan sistem Pemeritahan Presidensial dengan sistem Pemerintahan Parlementer. (b) Jelaskan kelebihan dan kelemahan Sistem Pemerintahan Indonesia. (14) Rule of Law (Hak Asasi Manusia/HAM)diungkapkan oleh Jan Materson "human rights could be generally defines as those rights which are inherent in our nature and without which we can not live as human being" bagaimana artinya? (15) Hak asasi manusis yang dikenal saat ini dalam berbagai piagam atau konstitusi telah diperjuangkan sejak abad 13 di Inggris yang dikenal istlah "Magna Charta". Jelaskan apa yang maksud Magna Charta tersebut!

Pendalaman Materi Studi Islam 3 Prodi Matematika FKIP-UMS

(1)Jelaskan hakekat akal dan wahyu ! (2) Bagaimana bunyi Q.S Al A’raf ayat 179. Tulis denga huruf arab, bagaiman artinya, dan bagaiman maksud yang terkandung dalam ayat tersebut ? (3) Bagaiman kedudukan akal dan wahyu dalam memahami Islam ? (3) Sebutkan landasan naqli-nya tentang perintah mencari ilmu ! (4) Bagaiman kedudukan orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu ? (5) Jelaskan konsep-konsep dasar manusia dalam pandangan Islam ! (6) Jelaskan apa maksud sunnatullah ! (7) Sebutkan dan jelaskan 3 landasan ekonomi Islam ! (8) Sebutkan prinsip-prinsip ekonomi islam !

Minggu, 23 Maret 2014

PENDALAMAN MATERI INOVASI PENDIDIKAN sebagai Pengganti Kulaih Tatap Muka

(1) Jelaskan pengertian Inovasi pendidikan (2) Jelaskan pendekatan yang digunakan dalam inovasi pendidikan (3) Mengapa Inovasi pendidikan mengalami kegagalan (4) jalaskan bagaimana siklus inovasi pendidikan (5) Jalaskan permasalahan pendidikan sekarang ini(6)Apa yang pernah dilakukan oleh pemerintah kita untuk mengatasi permasalahan pendidikan tersebut (7) Jelaskan yang dimaksud dengan Kurikulum, BSNP, KTSP, PTK, Lasson Study, Sertifikasi (8)Mengapa PTK, Lesson Study, Micro Teaching bisa disebut inovasi pembelajaran (9)Bagaimana konsep dasar ketiga inovasi pendidikan/pembalajarn tersebut (yang disebut pada soal nomor 8. (10) Dalam inovasi pendidikan dikenal istilah kurikulum diferensiasi. (11) Jelaskan apa yang dimaksud ; (a) kurikulum, (b) diferensiasi, dan (c) kurikulum diferensiasi (12) Peran guru dalam inovasi pembelajaran dijelaskan dalam 6 aliran filsafat pendidikan, sebutkan dan bagaimana peran guru tersebut (13) Tugas guru adalah tugas profesional, jelaskan bagaimana maksudnya (14) Dalam inovasi pendidikan dikenal istilah pendekatan pembelajaran, strategi pembelajaran, metode pembelajaran, dan teknik pembelajaran. Jelaskan kesamaan dan perbedaan ke empat istilah tersebut. SELAMAT BELAJAR !!!

Kamis, 06 Maret 2014

NKRI Harga Mati

NKRI Harga Mati ============================================= oleh: Tjipto Subadi (Dosen Prodi Pendidikan Geografi FKIP UMS, juga mengajar di Prodi Pendidikan Matematika dan Pascasarjana Universitas Muhammadiyah, Surakarta) ============================================= SEMAKIN hari ancaman gerakan separatisme semakin mengkhawatirkan. Setelah Gerakan Aceh Merdeka (GAM) berhasil diatasi, justru gerakan separatis Republik Maluku Selatan (RMS) dan Organisasi Papua Merdeka (OPM) semakin meningkatkan kampanyenya untuk memisahkan diri dari NKRI.====== Anehnya, untuk mengatasi GAM, pemerintah pusat sampai menggelar operasi militer besar-besaran di Aceh sejak Daerah Operasi Militer (DOM) pada zaman Orba hingga Darurat Militer era reformasi. Sedangkan untuk membasmi RMS dan OPM, pemerintah pusat enggan melaksanakan operasi militer dalam skala besar, paling hanya operasi intelijen terbatas. Barangkali khawatir dituduh melakukan pelanggaran HAM berat dan diadukan ke International Criminal Court (ICC) di Den Haag, Belanda.==== Meski kekuatan militer RMS dan OPM tidak sebesar GAM, namun keduanya jauh lebih berbahaya daripada GAM. Kedua gerakan separatis itu, terutama OPM, mendapat dukungan luas dari dunia internasional. Sebab jika mereka sampai berhasil memisahkan diri dari NKRI sebagaimana Freetelin di Timor Timur (1999), maka dikhawatirkan akan terjadi balkanisasi dan disintegrasi sehingga akhirnya NKRI bubar.==== Terbukti Agustus 2011 lalu, media Australia yang tergabung dalam jaringan media Fairfax seperti The Saturday Age dan The Canberra Times mengaku berhasil mendapatkan 19 dokumen rahasia antara tahun 2006-2009 mengenai “Anatomi Separatisme Papua”, hal mana disebutkan secara detail ancaman gerakan separatisme OPM, meski kemudian dibantah Kapuspen TNI, Laksamana Muda Iskandar Sitompul. Sebab, menurutnya, tidak ada operasi intelijen di Papua dan data seperti itu sudah diterbitkan media Australia tahun 2006 lalu.==== Dalam dokumen rahasia yang katanya berasal dari TNI AD itu detail disebutkan mengenai tokoh-tokoh kunci OPM dan tokoh internasional yang menjadi simpatisan OPM. Mereka antara lain 40 anggota Kongres AS, termasuk Senator dari Partai Demokrat Dianne Feinstein, anggota Parlemen Inggris dari Partai Buruh Andrew Smith, mantan PM Papua Niugini Michael Somare dan pemenang Hadiah Nobel serta tokoh anti-Apartheid Afrika Selatan, Uskup Desmont Tutu. Dokumen itu juga memasukkan nama para politisi, akademisi, jurnalis, tokoh NGO dan para tokoh agama dari berbagai negara. Mereka semua menjadi simpatisan dan pendukung kuat OPM di Papua.==== Maka, sangat mengherankan jika Menlu Marty Natalegawa menyatakan bahwa di Papua tidak ada intervensi AS. Juga baru-baru ini Menhan Purnomo Yusgiantoro menyatakan bahwa tidak ada intervensi asing di Papua dan pangkalan militer AS di Darwin Australia bukan ancaman bagi Indonesia. Purnomo Yusgiantoro berdalih, pemerintah AS dan Australia tidak ikut campur dalam masalah Freeport dan Papua, sebab itu masalah korporat, bukan masalah negara.==== Jelas, pernyataan kedua Menteri itu terasa aneh. Apalagi memanasnya situasi di Maluku dan Papua dan adanya indikasi dukungan para politisi AS termasuk sejumlah anggota Kongres kepada RMS dan OPM diduga kuat menjadi motif dibukanya pangkalan militer AS di Darwin, selain dalih meningkatnya dominasi militer China di kawasan Asia Timur dan Pasifik. Apalagi AS juga memiliki perusahaan pertambangan emas terbesar di dunia, Freeport Mc-Moran di Papua.==== Padahal selama ini intervensi asing terutama AS di Papua sangat nyata. Terbukti, Menlu AS Hillary Clinton, November 2011 lalu menyampaikan kekhawatiran mengenai kondisi HAM di Papua. Menlu Hillary Clinton menyerukan adanya dialog untuk memenuhi aspirasi rakyat Papua. Hal itu mengindikasikan AS setuju jika diadakan referendum di Papua sebagaimana Timtim dahulu.==== Selain itu, ada kekuatan asing yang aktif melakukan operasi kontra-intelijen (insurgensi) dengan tujuan agar Papua memisahkan diri dari NKRI. Mereka sesungguhnya merupakan pemain lama dan non-state actor. Seharusnya kekuatan intelijen asing ini wajib diwaspadai oleh Badan Intelijen Negara (BIN).==== ======= Referendum Papua ================================ Meski integrasi Papua ke dalam NKRI sudah selesai dalam Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA) tahun 1969 lalu, namun wacana mengenai referendum akhir-akhir ini semakin mengemuka setelah Gereja Papua mengusulkan adanya referendum untuk rakyat Papua. Apalagi setelah Vatikan berencana akan menunjuk langsung Uskup Papua sebagaimana Uskup Bello di Timtim yang ditunjuk langsung Vatikan. Jika itu sampai terjadi, dapat dipastikan akan menjadi pembuka jalan bagi lepasnya Papua dari NKRI.==== Dengan dukungan kuat dari Vatikan, negara Barat terutama AS dan negara tetangga Australia sangat setuju jika diadakan referendum di Papua. Jika itu sampai terjadi, dapat dipastikan mayoritas rakyat Papua akan mendukung kemerdekaan sebagaimana terjadi di Timtim (1999) dan Sudan Selatan (2011). PBB dan dunia internasional akan segera memberikan pengakuan kedaulatan kepada Papua, sebagaimana Sudan Selatan di mana hanya seminggu setelah proklamasi sudah 120 negara mengakui kedaulatannya.==== Anehnya, di sisi lain umat Islam Moro di Filipina Selatan yang sudah 50 tahun berjuang untuk melepaskan diri dari penindasan rezim Manila, perjuangan 60 tahun rakyat Palestina untuk merdeka dari rezim Zionis Israel, perjuangan 100 tahun umat Islam Pattani di Thailand Selatan untuk melepaskan diri dari pemerintahan Bangkok dan perjuangan 60 tahun rakyat Kashmir untuk melepaskan diri dari penindasan rezim New Delhi; perjuangan mereka yang begitu lama dan memakan banyak korban jiwa tidak pernah mendapatkan dukungan apalagi pengakuan dari PBB dan negara Barat. Mereka tidak pernah diberi kesempatan untuk mendapatkan otonomi khusus, melakukan referendum, apalagi kemerdekaan sebagai negara berdaulat. Mereka diperlakukan secara diskriminatif dan tidak adil seperti itu dikarenakan mayoritas umat Islam.==== Bagaimana agar Papua tetap berada dalam pangkuan NKRI dan konspirasi asing untuk melepaskan Papua berhasil dicegah dan digagalkan? Pertama, korupsi yang sudah sedemikian parah di Pemerintahan Papua harus diberantas sampai ke akar-akarnya, sehingga rakyat Papua dapat disejahterakan perekonomiannya melalui dana Otsus yang mencapai triliunan rupiah tersebut.==== Kedua, Pemprov Papua dan Papua Barat harus berani bertindak tegas untuk membersihkan birokrasinya jika didapati adanya unsur dan anasir tertentu yang menginginkan Papua lepas dari NKRI. Sebab, jika itu dibiarkan, tentu akan semakin membesar dan dikhawatirkan akan terjadi balkanisasi dan disintegrasi bangsa sehingga NKRI yang dahulu diperjuangkan para pahlawan bangsa akan bubar dan hanya tinggal kenangan. (Sumber: Jurnal Nasional | Rabu, 18 Jan 2012)====

Selasa, 04 Maret 2014

Silabus Perkembangan Peserta Didik

Syllabus Study Program : All Programs Study; Subjects Code : 209 402; Name of Teaching : Development Educate Participants; Credits : 2 (two); Semester : II (two); ========================================= Description of Subjects: Teachers in carrying out tasks for the learning process aimed at learners master the material taught in both the cognitive, affective and psychomotor To achieve these objectives to the maximum, teachers must understand who the good learners from the aspect of biological, psychological, social, emotional, and status of learners in the learning process took place. So the development of courses to give students the importance of teacher competence kakikat pesrta learners understand the fundamental and widespread both at the level of Early Childhood Education (PAUD), Elementary (SD), middle schools (SMP), High School (SMA). Thus, courses, development of learners, standardized as compulsory subjects for each Study Program FKIP Muhammadiyah University of Surakarta. ============================================= The material of this course include: 1. Characteristics of students from each education level, which includes aspects: biological, cognitive, affective, psychomotor, social, emotional, moral, and language. 2. Implementation of the nature of learners in the learning process, and guidance in schools. ============================================= Standard Competencies: Understanding, the nature of good learners, the level of Early Childhood Education (ECD), elementary schools, middle schools, high schools, and implementation in the learning process and guidance in schools. ============================================= Teching Week Topics Teching Week I 1. Lecture Contract 2. Subjects Orientation, Development Educate Participants 3. Lecture System 4. Evaluation System. ============================================= Teching Week II 1. The nature of learners 2. The nature of learners in the view of anthropology. 3. The nature of learners in the view of islam 4. The position of learners in the learning process. ============================================= Teching Week III Deepen 1. The nature of learners. 2. The nature of learners in the view of anthropology. 3. The nature of learners in the view of Islam. 4. The position of learners in the learning process. ============================================== Teching Week IV 1. The nature of growth and development of children 2. Factors that affect growth and development of children 3. The laws of growth and development of children. =============================================== Teching Week V Deepen 1. The nature of growth and development of children 2. Factors affecting the growth of children 3. The laws of growth and development of children. =============================================== Teching Week VI 1. Characteristics of early childhood (AUD). 2. Early childhood development (AUD). 3. Problem child (AUD). =============================================== Teching Week VII 1. Physical Growth Children Elementary School (SD) 2. The development of intellect, feeling, Child Elementary School (SD) 3. Language development, primary school children (SD) 4. The development of social, moral, and attitude of elementary school children (SD). =============================================== Teaching Week VIII Centra Examination Semester.(UTS) =============================================== Teching Week IX 1. Characteristics of middle school age children 2. Individual differences secondary school age children 3. Needs middle school-aged children 4. Problems middle school age children. ================================================ Teching Week X deepen 1. Characteristics of middle school age children 2. Individual differences secondary school age children 3. Needs middle school-aged children 4. Problems middle school age children. ================================================= Teching Week XI 1. The duties of Early Childhood development (AUD) 2. Early Childhood Learning Approach (AUD) 3. Setting Early Childhood learning environment (AUD). ================================================= Teching Week XII 1. Characteristics od domesti Primary School age children (SD) 2. The duties of elementary school age child development (SD) 3. The way for education at primary school level (SD). ================================================= Teching Week XIII 1. Characteristics od domesti secondary school age children 2. The duties of the development of secondary school age children 3. The way for education at secondary school level. ================================================= Teching Week XIV 1. The basic concept of guidance in schools. 2. The function and purpose of guidance in schools. 3. Various kinds of guidance in schools. 4. Basic principles of school guidance 5. Step-by-step guidance. 6. The participation of teachers in student counseling services in schools. ================================================== Teching Week XV deepen 1. The basic concept of guidance in schools. 2. The function and purpose of guidance in schools. 3. Various kinds of guidance in schools. 4. Basic principles of school guidance 5. Step-by-step guidance. 6. The participation of teachers in student counseling services at school. =================================================== Teching Week XVI Semester Final Exams. =================================================== DAFTAR PUSTAKA (1)Kartini Kartono. 1999. Psikologi Perkembangan Anak, Bandung: bandar Maju. (2)Mulyani Sumantri, Nana Syaodih. 2006. Perkembangan Peserta Didik, Jakarta: UT. (3)Hendriati Agustin. 2006, Psikologi Perkembangan, Bandung: Aditama. (4)Monk Knoers, Siti Rahayu H. 1998, Psikologi Perkembangan, Yogyakarta: Gajah Mada. (5)Reni Akbar H. 2001, Psikologi Perlkembangan Anak,Jakarta: Grafin. (6)Aliah B. Purwaka-nia Hasan. 2006, Psikologi Perkembangan Islam, Jakarta: Raja Grafindo Persada. (7)Prayitno, Erman Amti. 2004, Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling, Jakarta: Rineka Cipta.

Rabu, 04 September 2013

MATERI KULIAH LANDASAN PENDIDIKAN Rabu 4 September 2013

Essence of Human A. Essence of Human (Esensi/Hakekat Manusia); Human is a multi dimensional creature. Homo: sapiens, faber (pengembangan potensi), symbolicum, politico (zoon politicon), socio, economic, religiosius, educandum Islamic Concept of human; physical, psychological, spiritual, spiritual heart/qolb (ruh /spirit, secret, secret of secret, the hidden, the hidden of the hidden (the seat of god) The concept of human (Al Quran): Al Basyr; physical - daily needs ; Al Insan (QS: 23 :12- 14) spiritual - physical; An Nas (QS: 49:13) – social function; Abdullah – Goal of God’s creation; Kholifah (QS:2:30) =============================== NOTION OF Education (gagasan pendidikan) Menurut George F Kneller: Education has; Broad and Narrow meaning pendidikan memiliki dua makna: makna luas dan makna sempit 1) Broad meaning: Education is experience influencing psychological character and physical development (Arti luas: Pendidikan adalah pengalaman mempengaruh karakter psikologis dan perkembangan fisik) ================ 2) Narrow meaning: Education is a process of transforming values and skills from one generation to another conducted through educational institution such as school, higher education, or other institutions (Makna sempit: Pendidikan merupakan proses transformasi nilai dan keterampilan dari satu generasi ke generasi yang lain dilakukan melalui lembaga pendidikan seperti sekolah, perguruan tinggi, atau lainnya lembaga). ================ Menurut John Dewey: Education is a reconstruction or reorganization of more meaningful experiences which enhance the next acquired experience (Menurut John Dewey: Pendidikan adalah rekonstruksi atau reorganisasi pengalaman yang lebih bermakna meningkatkan pengalaman yang diperoleh berikutnya). =============== Constitution No. 20/2003 : Education is a conscious and planned endeavor to materialize a condition and process of learning in order that learners actively develop the self potential so that they have spiritual religiosity, self control, personality, intelligence, good deed, and skills beneficial for themselves, society, and nation (UU Konstitusi Nomor 20/2003: Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suatu kondisi dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi diri sehingga mereka memiliki religiusitas spiritual, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, perbuatan baik, dan keterampilan menguntungkan untuk diri mereka sendiri, masyarakat, dan bangsa). =============== SCIENCE OF EDUCATION Carter V Good): Science of Education is a systematic building of knowledge covering quantitative and objective aspects of learning process and using instruments in proposing hypothesis of education to be examined based on frequent experience in the form of experience(Carter V Good): Ilmu Pendidikan adalah bangunan sistematis pengetahuan yang meliputi aspek kuantitatif dan tujuan proses belajar dan menggunakan instrumen dalam mengusulkan hipotesis pendidikan untuk diperiksa berdasarkan pengalaman sering dalam bentuk pengalaman) =============== A Normative Science: Science of education is closely related to values originating from societal, philosophical and religious norms (Sebuah Ilmu Normatif: Ilmu pendidikan berkaitan erat dengan nilai-nilai yang berasal dari, norma filosofis dan religius masyarakat). =============== A Theoretical and a practical science: Science of Education is a theoretical science because in finding the truth theories are needed, while a practical science because it is related to direct teaching the learners (Sebuah Teoritis dan praktis ilmu: Ilmu Pendidikan adalah ilmu teoritis karena dalam mencari kebenaran teori yang diperlukan, sementara ilmu pengetahuan praktis karena berkaitan langsung mengajar peserta didik) ============== As Science educational processes: a) Object Material: human behavior (Sociology – group) (Psychology – individual) (Anthropology – culture), b)Object formal : broad perspective and integrated study of educational phenomena Sebagai proses pendidikan Sains (a. Obyek material: perilaku manusia (Sosiologi – kelompok) (Psikologi - individu) (Antropologi - budaya), b) Obyek formal: perspektif yang luas dan studi terpadu terhadapfenomena pendidikan) ============== SYSTEM • Education as humanistic phenomena (goal, learner, and environment) • Education as conscious endeavor to grow creativity of learners and to preserve humanistic and Godly values • Education as an endeavor to anticipate future development - Environment dimension (family, school, society) - Problem dimension (theory, structure, practice) - Space and time dimension (past, present and future) (SISTEM • Pendidikan sebagai fenomena humanistik (tujuan, peserta didik, dan lingkungan) • Pendidikan sebagai usaha sadar untuk menumbuhkan kreativitas peserta didik dan untuk melestarikan nilai-nilai humanistik dan Ilahi •Pendidikan sebagai upaya untuk mengantisipasi perkembangan masa depan - Dimensi Lingkungan (keluarga, sekolah, masyarakat) - Masalah dimensi (teori, struktur, praktek) - Ruang dan dimensi waktu (masa lalu, sekarang dan masa depan)) =================== METHOD 1. Normative: determining ideal values 2. Explanatory: strength to know the success of education 3. Technological: the strategy to achieve goal 4. Descriptive phenomenological: describing educational fact to find the essence 5. Hermeneutics: describing educational and historical fact in order that meaning and structure of educational activity become clear 6. Critical Analysis: analyzing terminology, statement, concept, and theory of education (METODE 1. Normatif: menentukan nilai yang ideal 2. Penjelasan: kekuatan untuk mengetahui keberhasilan pendidikan 3. Teknologi: strategi untuk mencapai tujuan 4. Deskriptif fenomenologis: menggambarkan fakta pendidikan untuk menemukan esensi 5. Hermeneutika: menggambarkan fakta pendidikan dan sejarah agar makna dan struktur kegiatan pendidikan menjadi jelas 6. Analisis Kritis: menganalisis terminologi, pernyataan, konsep, dan teori pendidikan)